ismadsyah

My photo
Nama lengkap muhammad ismail. Lahir pas pada saat adzan dhuhur menggema dikota sutera, tepatnya pada tanggal 12 agustus 2002 masehi atau bertepatan pada tanggal 3 jumadil akhir 1423 hijriah. beliau berhasil menyelesaikan pendidikan paud-Nya pada tahun 2008, ditaman Kanak-Kanak Asyiyah Bustanhul Athfal (ABA) Kampiri; berhasil menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 2014, di SD Muhammadiyah 931 Kampiri; dan dalam proses penyelesaian pendidikan menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah As’adiyah No.8 Kampiri. Ismad merupakan anak ke-3 dari ke-3 bersaudara, dan merupakan anak dari pasangan suami istri tongeng dan St.amina. ia merupakan blogger pemula yang sangat mengutamakan ilmu dan agama, serta membagikanya kepada seluruh umat manusia dengan hati ikhlas karna allah swt semata

Wednesday, September 20, 2017

Menyambut Tahun baru islam 1439 H

                                           
      
        Menyambut Tahun baru islam  1439 H

Oleh : muhammad ismail

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
ا لـسَّـلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَا تُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ وَالَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلٰى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَة

Alhamdulillah, Dengan iringan ucapan puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. Tuhan yang telah memberikan kita  nikmat walaupun kita bukanlah hamba yang taat. Allah, tuhan semesta alam, tuhan yang memberikan begitu banyak kesempatan kepada kita walaupun kita jarak menggunakan kesempatan itu dalam kebaikan maka dari itu allah swt  berfirman “ fabiayyi alaa irabbi kuma tukassiba” maka nikmat  tuhan mu yang mana lagi yang engkau dustakan seakan – akan allah berkata nikmatku yang mana lagi yang kau dustakan sehingga engkau belum mau mengenang hijrah rasullulah, nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan sehingga engkau masih enggan menyambut Datangnya tahun baru islam, dan  nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan sehingga engkau masih kikir, masih bahil, kau pelit, sekke.dan satu kenikmatan lagi yang diberikan allah kepada kita karna pada pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul dimadrasah yang kita cintai ini dalam rangka menyambut tahun baru islam 1439 h
Shalawat dan taslim semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, karena beliaulah sebagai uswatun hasanah, yang patut kita contoh dalam aktifitasnya dan beliaulah yang telah mengempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran serta memperjuangkan islam dari sama jahiliyah kezaman islamiyah dari zaman onta kezaman toyota dari zaman khodijah kezaman siti nurhalisah. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya yang benar-benar setia kepadanya dalam arti mengikuti sepak terjang beliau.
Insya allah, pada kesmpatan ini saya akan menyampaikan sebuah ceramah yang brjudul “TAHUN BARU ISLAM”
 waktu terus berjalan. Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 1438 H. Tak terasa kita masuki tahun baru 1439 H. Itu artinya, hijrah Rasulullah saw  beserta para sahabatnya ke Madinah telah berumur 1439 tahun. Sebuah peristiwa bersejarah yang patut dikenang. Di dalamnya terkandung makna dan keteladanan untuk sebuah pengorbanan sejati, yang mengapresiasikan perlawanan akan kebatilan sekaligus sikap konsisten mengedepankan kepentingan misi dari kepentingan apa pun. Agar ia tetap lestari dan terjaga dari kepunahan, meski karenanya harus berdarah-darah, mereka harus meninggalkan negeri, harta, sanak, dan handai-taulan tercinta.
 Para sahabat nabi menjadikan peristiwa hijrah sebagai tonggak terpenting ketimbang event-event lainnya dalam sejarah Islam, pada masalah yang satu ini. Relevan dengan membuat penaggalan berdasarkan pada Hijrah Rasulullah Saw yaitu  karena hijrah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dengan yang batil.
Bulan Muharram  sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah, karna Sayidina Umar beserta sahabat-sahabatnya menginginkan bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah. Ini lebih karena, beliau memandang di bulan Muharramlah Nabi berazam untuk berhijrah, padanya Rasulullah Saw dan juga dikarenakan dia termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dilarang Allah untuk berperang di dalamnya. Sehingga Rasulullah pernah menamakannya dengan “Bulan Allah”.
Ternyata keunikan awal Hijriah tidak hanya sampai di situ. Biasanya, pada hari kesepuluh dari bulan tersebut, sebagian orang dari kampung kita membuat makanan sejenis bubur yang dinamakan bubur Asyura, atau mungkin dalam bentuk lain semacam nasi tumpeng, maupun makanan lain sejenisnya, tergantung budaya masing-masing tempat dalam mengekspresikan rasa bahagianya terhadap hari Islam tersebut.
Sepertinya, yang menjadi unik bagi kita adalah tradisi bubur Asyura tersebut. Asyura itu sendiri terambil dari ucapan “`Asyarah”, yang berarti sepuluh. Hari Asyura, hari yang ke sepuluh dari bulan Muharram.
Konon, di hari Asyura ini, ketika Nabi Nuh As. dan para pengikutnya turun dari bahtera, mereka semuanya merasa lapar dan dahaga, sedangkan perbekalan masing-masing telah habis. Maka Nabi Nuh As. meminta masing-masing membawa satu genggam biji-bijian dari jenis apa saja yang ada pada mereka. Terkumpullah tujuh jenis biji-bijian, semuanya dicampurkan menjadi satu, lalu dimasak oleh beliau untuk dijadikan bubur. Berkat ide Nabi Nuh As., kenyanglah para pengikutnya pada hari itu. Dari cerita inilah, dikatakan sunat membuat bubur Asyura dari tujuh jenis biji-bijian untuk dihidangkan kepada fakir miskin DAN PADA HARI itu Allah juga mengaruniakan nikmat yang besar kepada para nabi terdahulu, sejak zaman Nabi Adam As. hingga Nabi kita Muhammad Saw.
gejala lain terkadang kita dapati juga dari masyarakat kita berhubungan dengan Muharram ini. Semacam tradisi atau bahkan keyakinan tentang tidak mau melangsungkan acara aqiqah, akad pernikahan dan acara-acara lainnya di bulan ini. Fenomena semacam ini, apakah memang ada landasannya dalam Islam, atau hanya sekedar khurafat, bahkan mungkin karena kontaminasi dan pengaruh kultur Islam-Kejawen yang terkadang masih melekat dalam budaya Indonesia.
Muharram dalam  Islam, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang ada dalam Islam (Rajab, Zulka’dah, Zulhijjah dan Muharram). Dalam empat bulan ini, kita dilarang melancarkan peperangan kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat kita elakan.
segala aktifitas kebaikan tidak ada larangannya untuk dilakukan di bulan Muharram. Demikian juga dengan bulan Rajab, Zulka’dah dan Zulhijjah. Hanya maksiat dan kezaliman saja yang dilarang lebih keras oleh Allah Swt pada bulan-bulan tersebut.  aktifitas positif dalam Islam adalah satu aktifitas atau amalan kebajikan, bukan maksiat dan kezaliman. oleh karenanya, tidak ada larangan dalam Islam untuk melangsungkan acara-acara yang bersifat positif di bulan Muharram.
Hijrah menggambarkan perjuangan menyelamatkan akidah, penghargaan atas prestasi kerja, dan optimisme dalam meraih cita-cita. Hijrah menandai dimulainya era muslim dan era baru menata komunitas muslim.
hijrah bukanlah pelarian akibat takut terhadap kematian, karena tidak mungkin Rasulullah takut terhadap kematian. Sebab jika Rasulullah Saw mempertahankan eksistensi kaum muslimin di Makkah kala itu, ini akan menyulitkan kaum muslimin itu sendiri, yang waktu itu baru berjumlah 100-an orang. Rasulullah berhijrah setelah mempersiapkan kondisi psikologis dan sosiologis di kota Madinah.
Sejauh yang kita tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru Hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.para ulama Ahli Sunnah seringkali mengutarakan sebuah kalimat,
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.
Beberapa amalan atau perbuatan yang keliru atau tidak pernah dicontohkan atau tidak ada haidstnya yang kuat dari Rasulullah SAW, yaitu:
Do’a awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.
Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Puasa awal dan akhir tahun
Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah  hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.
Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah dengan Pesta
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”
Menyambut tahun baru Hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh  kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu.
Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.
Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah ini, yaitu:
1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini.
2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan   shalat dhuha 2 raka’at, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.
3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.

Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijjrahnya Rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan“hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah, perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi, dengan kerja keras dan tawakal.
Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut  dari umat Islam itu sendiri.
Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijria 1439  Hijriyah ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai  umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji.
Kesimpulan:
1.  Sebagai Muslim yamg taat dengan ajaran agama Islam, hendaklah kita menyambut tahun baru hijriah ini dengan berbuat dan   memperbaiki amalan-amalan kita ditahun lalu.
2. Hendaklah menyambut tahun baru ini dengan tidak melakukan sesuatu seperti yang dilakukan non muslim merayakan tahun baru Masehi janganlah melakukan berbagai kegiatan atau “ibadah” yang tidak dicontohkan oleh Rasulullh
3. Hidup kita semakin hari semakin berkurang, bukannya bertambah, maka selayaknya kita yang taat pada Allah, mempergunakan kesempatan hidup didunia ini dengan sebaik mungkin. Karena ajal manusia merupakan rahasia Allah, dan jarum jam tidak akan pernah berbalik arah, sudah sepantasnya kita memperbaiki diri kita masing-masing, Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu kalau besok atau nanti kita akan mati, sekarang kita masih bisa menikmati tahun baru, tetapi siapa tahu kalau besok atau tahun depan kita sudah berada di alam kubur oleh sebab itu marilah kita isi kesempatan hidup kita di dunia ini dengan memperbanyak beramal saleh sebagai bekal kita diakhirat.gunakanlah sisa dari umur yang ada itu dengan amal-amalan atau aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan norma-norma agama, dan itulah sebaik-baik tindakan manusia yang cerdik. Sebgaimana sabdaa rasullullah saw.
"KHOIRUN NAASI MAN THOOLA 'UMRUHU WAHASUNA 'AMALUHU, WASYARRUN NAASI MAN THOOLA 'UMRUHU WASAA-A 'AMALUHU".

Artinya:
"Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalannya dan sejelek-jeleknya manusia adalah yang diberi umur panjang dan jelek amalannya (perbuatannya). (HR. Ahmad)."

Berangkat dari hadist ini, marilah kita dalam memperingati hari besar Islam utamanya tahun baru hijrah yang tepatnya pada tanggal 1 Muharrom kita perbanyak koreksi diri, kita perbanyak mengumpulkan amalan-amalan yang bagus, kita isi lembaran-lembaran yang baru itu dengan tinta emas, dan itulah makna yang sebenarnya di dalam kita memperingati hari besar tahun baru Islam
"HAASIBUU ANFUSAKUM QOBLA AN TUHAASABU                      
Artinya:
"Buatlah perhitungan terhadap diri kalian, sebelum kalian akan diperhitungkan oleh (Allah)"
Kaum muslimin wal muslimat rahimakummullah
Tidak terasa hampir setahun sudah kita jalani hidup ditahun 1439 hijriyah, berarti satu tahun umur kita bertambah  padahal hakikatnya justru umur kita berkurang, bergantinya tahun berarti berkurangnya umur kita, besok berkurang satu hari, lusa berkurang lagi satu hari, begitu dan begitu seterusnya. Tapi bagi manusia yang tahu dan mengerti akan tugas dan fungsi hidup yaitu untuk beribadah kepada Alloh SWT maka akan memikirkan dan membuat neraca perhitungan, sudah sampai  mana, dan dipakai apa umur kita pada waku yang lalu? Jika dimasa-masa yang lalu kita masih banyak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, maka marilah pada tahun baru ini kita ganti kemaksiata-kemaksiatan dengan semangat memperbanyak amal saleh. Kapan kita memperbaiki diri kalau tidak dimulai dari sekarang? Janganlah suka menunda-nunda waktu, sebab kita tidak tahu kapan kehidupan kita akan berakhir. Gunakan waktu-waktumu sebaik-baiknya dengan giat belajar, giat bekerja, giat beribadah serta giat dalam membangun Negara dan bangsa. Waktu itu ibarat pedang, jika kita tidak bisa menguanakan pedang itu dengan sebaik-baiknya, tentulah pedang itu akan memenggal lehermu
Semoga di tahun baru 1439 hijriyah ini kita mendapat keberkahan hidup dari Allah SW T.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat
Selamat Tahun Baru Hijriah
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (Al Hadist).
Akhyrul kalam
Wabbilahi Taufiq Wassaadah
Wassalamu Alaykum Wr.Wb

محمد اسماعيل    

Monday, August 21, 2017

Anugrah terindah dgn Lahirnya A.Anugrah agus sapta (putra pertama A.Muh.Yamin & Nurwesi)

    
 
     Suatu kebanggaan dan kesyukuran tersendiri bagi mereka pasangan suami istri, ketika dianugerahi suatu rezeki  yang tak ternilai hargannya oleh allah swt  dengan lahirnya sang buah hati.
Mungkin begitu pula  yang tengah dirasakan  oleh kakanda nurwesi, Amd.keb dengan suaminya A.muhammad yamin, Bsc. Penuh kebahagian dan kesyukuran dengan  dikarunai A. Anugrah Agus Sapta, putra pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki, dengan wajah yang cukup tampan, bersih dan bercahaya.
Sang bayi yang dulunya diperkirakan oleh dokter  lahir pada tanggal 19 agustus 2017. Namun, perkiraan tersebut malah meleset jauh, akhirnya sang bayi itu pun lahir sebelum tanggal perkiraan dan juga sebelum tanggal peringatan proklamasi kemerdekaan yaitu pada hari kamis, 10 agustus 2017 M bertepatan 17 Dzulqaiddah 1438 H. Tepatnya pada saat persiapan pengumandangan adzan dhuhur di Kel. Polinggona, Kec. Polinggona, Kab. Kolaka, prov. Sulteng yaitu pada jam 11.30 {hal ini sama dengan bulan dan hampir sama juga dgn jam kelahiranku Cuma beda 30 menit (12 agustus 2002 jam 12.00)}.
Nurwesi  merasakan adanya tanda- tanda akan melahirkan buah hatinnya, A.Anugrah agus sapta, pada hari rabu (malam kamis ) 21.00, malam itu ia merasakan adanya rasa sakit ringan pada perut. Dan pada subuhnya tanda-tanda kelahiran pun berlanjut dengan ketuban yang pecah sekitar jam 03.00 subuh. Tetapi pada saat itu, ia masih berada di kompleks perumahaan PT.PANCA PUTRA GANDA (group PT. DAMAI JAYA LESTARI) Pabrik kelapa sawit, kebun kolaka tani dan belum dilarikan dipuskesmas karna nurwesi sendiri mengatakan bahwa “ saya belum merasakan sakit pada perut berlebihan dan belum  sakit pada punggung yang menandai bayi akan segera terlahir, “ katanya.
Setelah, merasakan sakit perut berat dan punggung, nurwesi akhirnya dibawa kepuskesmas polinggona pada hari kamis, jam 09.00 pagi. Selang waktu 2 jam, nurwesi pun melahirkan putra pertamanya jam 11.30 siang dengan keadaan normal dan sehat wal afiat. Berat badan hampir mencapai 4 kg.
Setelah 1 tahun lebih 1 bulan pas, pernikahannya (10 juli 2016) akhirnya terlahir didunia seorang pemuda yang tampan perkasa. selamat untukmu kakanda A. Muhammad yamin (putra dari pettalawa) dengan kakanda nurwesi (putri dari tongeng dan st.amina) . dan juga selamat  mengeluguti dunia barumu sebagai seorang ayah dan ibu baru, Mudah-mudahan dengan lahirnya sang buah hatimu membuatmu lebih sakinah, mawahdah, warahmah.
Biodata ringkas ayah dan ibu baru
AYAH BARU
IBU BARU
Nama lengkap    : A.Muh.yamin
Nama lengkap    : Nurwesi
Nama panggilan : A. Baso
Nama panggilan : wesi / echa
T.T.L                      : Makassar, 27-08-1967
T.T.L                      : Teppo batu, 03-03-1992
Agama                  : islam
Agama                  : islam
Nama ortu           : pettalawa
Nama ortu           : tongeng / st.amina
Gol.darah             :
Gol.darah             : o
Alamat                  : kel.polinggona, kec.                  Polinggona, kab.kolaka, prov. sulteng
Alamat                  : Des.kampiri, kec.                   Pammana, kab.wajo, prov. sulsel
Pendididkan        : S1
Pendididkan        : D3 Kebidanan
Gelar                     : Bsc
Gelar                     : Amd.keb
LANJUT BACA DIBAWA !
perjuangan mulia dan Penantian panjang , setelah 9 bulan hidup didalam rahim ibunya dan bergantung hidup pada tubuh ibundanya. Kini saatnya ia hidup sendiri dengan tubuhnya. suatu keajaiban dari sang ilahi suatu perjalanan panjang juga dirasakan sang bayi mulai dari sel telur menjadi embrio, kemudian janin, selanjutnya triyulnan sel menjadi seorang bayi.
Kelahirannya adalah awal perjalanan hidup bagi sang bayi, Kini saatnya ia hidup sendiri dengan tubuhnya akan tetapi ini bukan akhir dari perjuangan sang ibu walaupun dapat hidup dengan tubuhnya, bayi masih perlu perawatan, kasih sayang dan bimbingan agar menjadi anak berpendidikan, bermartabat dan serta menjadi anak shaleh, taat kepada allah dan berbakti
Pesan untukmu kakakku         :  
rawatlah anakmu dengan cinta dan kasih sayang, jadikanlah ia sebagai insan yang bermartabat dengan pendidikan, ajarkanlah ia pelajaran agama agar menjadi anak sholeh (bertakwa kepada allah serta berbakti kepadamu), peraktikkan lah tata krama kepadanya agar menjadi anak yang sopan santun, dan kenalkanlah budaya agar menjadi anak yang cinta tanah air serta patuh terhadap adat istiadat yang lurus dari agama.
Pesan untukmu keponakanku (A. Anugrah Agus Sapta) :
 jadilah anak shaleh, bertakwa kepapa allah, berbakti kepada kedua orang tuamu, dan jadilah anak penerus bangsa yang cinta tanah air serta patuh terhadap adat istiadat yang lurus dari agama.
Janjiku kepadamu keponakanku :  
apabila kamu besar nanti aku janji akan mengajarimu  tentang blog dan menjadikanmu blogger termuda.
selamat terlahir didunia dan selamat menantang duniamu keponakanku, A.Anugrah Agus Sapta ?

Anugrah terindah dgn Lahirnya A.Anugrah agus sapta (putra pertama A.Muh.Yamin & Nurwesi)

Friday, August 18, 2017

diumur 15 tahun, blogger and youtuber caraku menantang pergaulan bebas


I love as’adiyah
 
Aku sangat menjunjung tinggi nama as’adiyah
Walaupun pernah juga sekolah diperberbagai organisasi dan sekolah keislaman seperti asyiyah bustanhul athfal dan kemuhammadiyaan
Namun, di as’adiyahlah aku menemukan jati diriku dan disini aku berkarya sebagai blogger
Nama as’adiyah selalu aku bawa mulai dari:
url blogku : http://ismailasadiyah.blogspot.com, nama penulis (username) blog : ismadsyah princetonmi as’adiyah muhammad dan begitu pula dengan fanfage qu :  ismadsyah princetonmi as’adiyah muhammad yang artinya
Ismadsyah  =  is : ismail , mad : muhammad , syah:....(rahasia, yang kenal aku pasti tau)                      
Princetonmi =  putra tongeng mina
As’adiyah   =  As’adiyah
Muhammad =  Muhammad
Dari umurku 14 tahun sampai saat ini umurku 15 tahun, Blogger dan youtuber merupakan cara saya untuk terhindar dari berbagai kejadian yang menimpa remaja saat ini yang sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan mereka selanjutnya. para orang tua harus sangat berhati-hati dalam memantau, mendidik dan mengawasi putra-putrinya. Ekstasi, sabu-sabu, tawuran, pacaran, minuman keras, sex bebas dan sejenisnya,  semuannya ini merupakan sesuatu yang sangat tidak asing dan tidak langka dimiliki and dilakukan oleh para remaja sekarang.
dan yang paling menjadi-jadi yaitu narkoba bahkan negara kita saat ini dapat dikatakan darurat narkoba, dan yang kedua pacaran, pacaran telah menjadi ajang penjajakan, padahal pacaran justru merupakan perbuatan yang menjadi jembatan perzinaan. Nampaknya sudah lengkap di negara kita ini pemicu untuk menghancurkan masa depan remaja saat ini. Akan tetapi mereka para remaja mengangap semua ini perkembangan zaman yang modern (kekinian). Modern sih modern  tapi jangan keterlaluan juga dong!.
Kesibukkan saya merangkai, menyusun kata menjadi kalimat indah sesuai hobi sebagai seorang blogger and youtuber membuatku tidak terjangkit  dan terlena akan semodernnya mereka (pergaulan bebas). Modernya pergaulan tidak akan pernah mengalahkan asyiknya menjadi blogger and youtuber
Nama lengkapku muhammmad ismail, sering dipanggil mail / ismail. Saya lahir di teppo batu, des. Kampiri, kec. Pammana, kab. Wajo pada tanggal 12 agustus 2002 m jam 12:00 wita, tepatnya pada tanggal 3 jumadil akhir 1423 h.